Banyak diantara kita yang tidak asing dengan profesi ini... Tapi benarkah kita tahu seluk beluk lebih mendalam tentang profesi mulia ini? Nah, untuk menunjang tema bulan April tentang tema Pekerjaan / Profesi sub tema Perawat, maka teman-teman di PAUD Islam Permata Bangsa pada hari Jumat tanggal 13 April telah kedatangan tamu seorang perawat RS Sultan Agung Semarang yang bernama Pak Pramono. Pak Pram, begitu beliau biasa dipanggil, menjelaskan secara panjang lebar tentang profesi beliau tersebut. Juga alat-alat yang beliau gunakan untuk mendukung kerja beliau... Tapi ternyata ada beberapa teman kita lho yang takut melihat Pak Pram (terutama kelas Husein nih..). Bahkan ada yang menangis....mungkin dikira pak Dokter ya karena memakai baju serba putih... He..hei, jangan takut kawan, Pak Pram tidak bawa suntikan kok...
Tapi ada juga lho beberapa teman kita yang berani mendekat, bahkan berani diperiksa oleh Pak Pram, baik itu denyut jantung, kesehatan kuku, rambut dan telinganya... Pak Pram juga menjelaskan tentang cara mencuci tangan yang benar lho...ternyata mencuci tangan itu tidak sembarangan lho teman....ada tata caranya agar tangan kita benar-benar bersih dan bebas dari kuman.
Ayo....siapa yang bercita-cita jadi perawat kalau sudah besar nanti ??????
Belajar yang rajin ya...jangan lupa untuk tetap jadi Perawat yang sholih/sholihah.... OKE teman-teman....
Kita lihat foto-fotonya yuk....
Minggu, 15 April 2012
Kamis, 12 April 2012
PUNCAK TEMA SEMESTER II TAHUN AJARAN 2011/2012
Hallo....
Assalamualaikum teman-teman.....
Alhamdulillah pada tanggal 30 Maret 2012 kemarin segenap Civitas PAUD Islam Permata Bangsa dengan sukses mengadakan acara puncak tema semester II tahun ajaran 2011/2012. Heboh lho acaranya..... Puncak tema kali ini kami isi dengan tema TANAMAN PISANG CIPTAAN ALLAH dan SEPEDA HIAS KARUNIA ALLAH.
Acaranya kami isi dengan mengadakan pawai sepeda hias keliling kampung di sekitar Kelurahan Sawah Besar dan kemudian dilanjutkan dengan acara Bazar Makanan yang terbuat dari bahan pisang.
Seru lho acaranya....soalnya Bunda-bundanya lucu-lucu memakai mahkota dari daun pisang. Teman - teman kelas Hasan ( kelompok umur 3 tahun ), Husein (kelompok umur 2 tahun ), Ismail (kelompok umur 4 tahun) dan Ibrahim (kelompok umur 5 tahun) bersemangat sekali mengikuti acara ini. Bahkan mereka telah menghias sepeda-sepeda mungil mereka jauh-jauh hari lho....
Yuk ikuti foto-fotonya ya....
PROFIL PAUD ISLAM PERMATA BANGSA
IDENTITAS PAUD ISLAM PERMATA BANGSA
Nama : PAUD Islam Permata Bangsa
Ijin Operasinal Dinas Pendidikan Kota Semarang : no 399/607 tanggal 15 Desember 2010
Ijin Operasinal Dinas Pendidikan Kota Semarang : no 399/607 tanggal 15 Desember 2010
Alamat :
Kampus I : Jl Pandansari 1A No 99 RT 5 RW I Sawah Besar - Semarang
Kampus II : Jl Batursari 1 No 72 RT 3 RW IV Sawah Besar - Semarang
VISI :
Membangun anak yang berkepribadian sholih, cerdas dan kreatif serta berahlak mulia
MISI :
1. Mengembangkan potensi anak secara menyeluruh (holistik) dan optimal
2. Memberikan layanan pendidikan anak usia dini yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik perkembangan anak.
3. Pendidikan anak berasas Islam untuk membentuk pribadi yang senang beribadah, selalu ingin tahu, mampu berkomunikasi dengan baik, memiliki rasa kepedulian, bisa bekerjasama dan mandiri.
TUJUAN UMUM
Menanamkan
aqidah dan akhlak yang Islami kepada anak sedini mungkin
Mengembangkan
potensi kecerdasan anak secara holistik ( menyeluruh )
Mengembangkan
kemampuan bersosialisasi anak
Memberikan
kesempatan kepada anak bermain sambil belajar
TARGET PENDIDIKAN
Anak
senang beribadah
Memiliki
beberapa hafalan surat Al Quran, beberapa doa dan hadis pendek
Anak
selalu ingin tahu
Anak
mampu berkomunikasi dengan baik
Memiliki
kepedulian terhadap omput
Sopan terhadap orang tua
Bisa
bekerjasama dengan teman-temannya
Sholih, cerdas, kreatif dan mandiri
PROGRAM KHUSUS
Bermain
seraya belajar melalui metode sentra / Beyond
Center and Circle Time ( BCCT )
Program
amaliyah ibadah yang menyenangkan
Pengenalan
huruf hijaiyyah dengan metode Qiroati
Penanaman
perilaku Islami sejak dini
Pengenalan
bahasa Inggris dan bahasa Arab anak
Pengenalan
komputer (Teknologi Informasi) kepada anak
KEGIATAN
RUTIN
Pemeriksaan
Kesehatan berupa pemeriksaan kebersihan kuku, gigi, telinga dan rambut setiap
hari jumat
Home Visit,
untuk mempererat tali silaturahmi antara pihak sekolah dengan orang tua/wali
murid
Belajar
berinfaq dan belajar sholat berjamaah sepekan sekali
Perpustakaan
sebagai sarana untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku
KEGIATAN
INSIDENTAL
Kegiatan
Puncak Tema berupa Outing / Field Trip
setiap semester, bertujuan mengenalkan anak lebih dekat dengan materi yang
sudah diberikan di sekolah (belajar di luar sekolah)
Outbound
pada saat akhir tahun pelajaran, bertujuan melatih kemandirian, keberanian dan
kepemimpinan anak
Kegiatan
Parenting Class untuk orang tua,
bertujuan agar orang tua dapat lebih memahami karakteristik anak.
Parent’s day
: kegiatan sekolah sehari bersama orangtua di sentra
KEGIATAN TAHUNAN
Peringatan
Hari Besar Islam
Diantaranya Peringatan
Idul Adha dan Peringatan Tahun Baru Hijriyah
Peringatan
Hari Besar Nasional
Diantaranya Peringatan
HUT RI dan Peringatan Hari Ibu. Tujuannya agar menumbuhkan rasa hormat dan
menghargai anak terhadap Negara dan orang tua, terutama ibu yang telah
melahirkan dan merawat dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.
Gebyar
Ramadhan
Tujuannya mengenalkan
dan mengajarkan sejak dini tentang puasa dan zakat. Diawali dengan tarhib (pawai)
Ramadhan agar anak merasa senang dengan kedatangan bulan Ramadhan
Akhirrussanah
Pentas atau piknik akhir tahun
METODE
PENGAJARAN
Dalam melaksanakan pembelajaran
sehari-hari PAUD Islam Permata Bangsa menggunakan metode pembelajran BCCT (
Beyond Center And Circles Time ) atau pendekatan sentra dan saat lingkaran,
dimana dalam pendekatan ini anak dirangsang untuk secara aktif melakukan
kegiatan bermain sambil belajar di sentra-sentra pembelajaran. Seluruh kegiatan
pembelajaran berfokus pada anak sebagai “subjek pembelajar” sedangkan pendidik
lebih banyak berperan sebagai motifator dan fasilitator dengan memberikan
pijakan-pijakan. Ada 4 pijakan dalam pendekatan BCCT untuk mendukung
perkembangan anak, yaitu pijakan lingkungan main, pijakan sebelum main, pijakan
saat main dan pijakan setelah main.
Dengan berfokus pada tema “anak belajar melalui
bermain” diupayakan kegiatan-kegiatan yang ada mampu mendukung
terasahnya potensi dasar yang dimiliki anak, yaitu:
a. Moral dan
Nilai-Nilai Keagamaan
b.
Psikomotorik
c. Kognitif
e. Bahasa
f.
Sosial-Emosional
g. Seni
Materi kegiatan anak disesuaikan
dengan tahapan perkembangan anak, mengacu pada “Menu Pembelajaran Generik”.
Materi disampaikan melalui kegiatan bermain yang terencana, menarik dan dapat
memotivasi anak untuk mengembangkan seluruh potensi dasar yang dimilikinya.
Dalam pelaksanaan kegiatannya, anak dibagi menurut kelompok usianya, yaitu:
·
Kelompok Usia 2 – 3 tahun
·
Kelompok Usia 3 – 4 tahun
·
Kelompok Usia 4 – 5 tahun
·
Kelompok Usia 5 – 6 tahun
5.
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
Kegiatan Belajar Mengajar berlangsung
3 hari dalam 1 minggu mulai pukul 07.30
– 10.00 WIB untuk kelompok usia 2 – 4 tahun, dan untuk kelompok usia 4 – 6
tahun mulai pukul 07.30 – 11.00 WIB selama 5 hari/minggu dengan pembagian
kelompok sebagai berikut :
·
Usia 2 – 3 tahun masuk setiap hari Selasa, Kamis dan
Jumat (7.30 – 10.00 WIB)
·
Usia 3 – 4 tahun masuk setiap hari Senin, Rabu dan
Jumat ( 07.30 – 10.00 WIB)
·
Usia 4 – 6 tahun masuk setiap hari Senin – Jumat (
07.30 – 11.00 WIB )
Hari Sabtu diisi dengan Ekstra Ceria berupa ekstra : Komputer, Menggambar dan Menari.
Jadwal Kegiatan Harian
·
Kelompok Usia 2
– 4 Tahun
Waktu
|
Kegiatan
|
Materi Kegiatan
|
07.30 – 07. 45
|
Assalamualaikum….
|
Personal Greeting / Sapa anak
|
07.45 – 08.00
|
Apersepsi
|
Persiapan, baris, berdoa, kegiatan jasmani
|
08.00 – 08.30
|
Pembiasaan
|
Pengenalan lagu-lagu, doa-doa harian, hadist – hadist pendek, surat –
surat pendek Al Quran
|
08.30 – 08.45
|
Istirahat
|
Anak bermain bebas, bunda menyiapkan tempat main di sentra
|
08.45 – 09.30
|
Sentra
|
Bermain di sentra : Persiapan/Balok/ Bahan Alam dan Cair/Peran/Imtak
|
09.30 – 09.45
|
Makan Bersama
|
Pembiasaan adab-adab makan Islami
|
09.45 – 10.00
|
Penutup
|
Evaluasi, penutup dan doa mau pulang
|
·
Kelompok Usia 4
– 6 Tahun
Waktu
|
Kegiatan
|
Materi Kegiatan
|
07.30 – 07. 45
|
Assalamualaikum….
|
Personal Greeting / Sapa anak
|
07.45 – 08.00
|
Apersepsi
|
Persiapan, baris, berdoa, kegiatan jasmani
|
08.00 – 09.00
|
Pembiasaan
|
Pengenalan lagu-lagu, doa-doa harian, hadist – hadist pendek, surat –
surat pendek Al Quran, mengaji individual
|
09.00 – 09.15
|
Istirahat I
|
Anak bermain bebas, bunda menyiapkan tempat main di sentra
|
09.15 – 10.15
|
Sentra
|
Bermain di sentra : Persiapan/Balok/ Bahan Alam dan Cair/Peran/Imtak
|
10.15 – 10.30
|
Istirahat II
|
Anak bermain bebas sambil menunggu temannya yang belum selesai bermain
di sentra
|
10.30 – 10.45
|
Makan Bersama
|
Pembiasaan adab-adab makan Islami
|
10.45 – 11.00
|
Penutup
|
Evaluasi, penutup dan doa mau pulang
|
PROGRAM TAMBAHAN
a. Baca Tulis Al Quran
b. Rohani Islam
c. Home visit ( Kunjungan Rumah )
d. Pemeriksaan Kesehatan Rutin
e. Makan Bersama
f. Menabung
g. Infaq (setiap hari jumat)
PROGRAM UNGGULAN
a.
Hafalan Al Quran, Hadist dan Doa Sehari-Hari
b.
Praktek Wudhu dan Shalat
c.
Pengenalan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab Anak
d.
Outing/Field Trip ( belajar diluar ruangan)
KOMUNIKASI ANTARA ORANG TUA DAN GURU
a. Memberikan buku penghubung yang berisi ringkasan
pelajaran setiap hari serta catatan perkembangan anak selama di sekolah
b. Mengadakan pertemuan orang tua murid dan guru guna mengetahui
perkembangan anak selama di rumah
PAUD Islam Permata Bangsa juga membuka pelayanan :
Taman Pengasuhan Anak Islam ( TPAI ) Usia 1 - 8 tahun
Rumah Baca Anak Islam ( RBAI )
Minggu, 12 Juni 2011
Bermain, Cara Asyik Belajar Anak Usia Dini...
Merupakan kebahagiaan yang luar biasa dirasakan anak-anak kita, ketika mendapatkan perhatian dari orang-orang terdekat mereka. Termasuk kita sebagai ayah,bunda ataupun guru mereka.
Bermain bersama adalah salah satu bentuk perhatian yang mudah dilakukan, namun kadang kita tidak dapat (mau/sempat) melakukannya. Dengan alasan pekerjaan yang bertumpuk dan kesibukan yang padat menyebabkan kita kurang memperhatikan hal ini.
Ketika anak menunjukkan mainan yang baru dibuatnya, biasanya akan terlontar kalimat, "Sudah sana...Ayah/Ibu sedang repot", sambil mengibaskan tangan. Ungkapan itu bagi kita seakan bermain bagi anak tidak ada manfaatnya, membuang waktu sia-sia dan melakukan kegiatan percuma. Namun, benarkah anggapan tersebut?
Barangkali ada baiknya bila kita renungkan kembali kemampuan-kemampuan yang saat ini kita kuasai. Bukankah berbagai kompetensi yang saat ini kita kuasai adalah buah dari proses panjang, tahap demi tahap, yang kita mulai semenjak kecil? Salah satu proses yang pernah kita lalui adalah bermain.
Sebagai orang tua tentu kita menginginkan anak-anak berkembang secara spiritualnya, emosi, intelegensi, serta fisiknya. Salah satu stimulasi yang dapat mendorong adalah dengan bermain. Oleh karena itu seyogyanya kita memberikan kesempatan bermain, menjadi teman bermain dan menjadi motivator bagi mereka.
Dengan bermain bersama antara orang tua dan anak akan tercipta hubungan yang sangat erat. Hubungan yang erat ini akan melahirkan anak-anak yang berani bereksplorasi dalam mewujudkan ide dan gagasannya, mudah bergaul dengan teman-temannya dan selalu optimis serta gembira.
ANAK BELAJAR DENGAN CARA BERMAIN
Kadang
kita berkata kepada anak-anak kita " Ayo belajar, jangan bermain terus "
atau dengan kalimat-kalimat lain yang maksudnya sama. Ungkapan yang
berkonotasi mengkontradisikan antara bermain dan belajar ini semestinya
kurang tepat, meskipun ada pula permainan yang tidak mendidik, bahkan
mengancam perkembangan jiwa dan fisik anak-anak kita. Contohnya adalah
menonton tayangan kekerasan atau horor, adu jengkerik, bermain petasan
dan lain sebagainya.
Memang secara
akademis, pengertian bermain dan belajar adalah dua hal yang berbeda. Kemampuan
akademis/kognitif seperti membaca, menulis dan berhitung biasa diberikan di
bangku sekolah, sedangkan ketrampilan kerjasama, berimajinasi, bersosialisasi
banyak didapatkan melalui aktivitas bermain. Tetapi bukan tidak mungkin kedua
hal ini digabungkan, karena sekarang bisa kita temui kegiatan membaca, menulis
dan berhitung yang dikemas dalam kegiatan bermain yang menyenangkan, sehingga
tidak membosankan. Dengan demikian, belajar dan bermain bagi anak-anak nyaris
tidak ada bedanya, karena memang lewat bermainlah anak-anak usia dini belajar
tentang kehidupan.
Bagi anak-anak,
bermain bukan sekedar hiburan (
entertainment ) namun lebih dari itu, yaitu berlatih menguasai dasar-dasar
kecakapan hidup ( life skills ) yang
akan berguna bagi perkembangan jiwa dan raga mereka. Ayah-Bunda, jika kita
cabut anak-anak kita dari dunia bermainnya terlalu dini, maka kelak akan kita
dapati adalah orang-orang dewasa yang
kekanak-kanakan.
PRINSIP
BERMAIN
a.
Mendidik/
Bermanfaat
Bermain akan
bernilai positif jika mengandung nilai pendidikan. Seperti mengembangkan
kemampuan motorik ( halus dan kasar ), melatih verbal, latihan sosialisasi,
mengembangkan emosi, melatih kecerdasan, terapi psikis, mengembangkan
kreativitas, melatih matematika, dll.
b.
Menarik
Cara mengajak
bermain anak-anak haruslah kita sampaikan dengan bahasa, intonasi dan mimik
muka yang ekspresif dan menanpakkan kegembiraan. Bentuk mainan yang lucu dan
unik juga cara bermain yang jenaka akan menjadi daya tarik anak. Karena itu
bermain harus bervariasi ( tidak monoton ) agar menambah pengalaman baru
mereka. Semakin kaya anak-anak dengan pengalaman main maka akan semakin baik
perkembangan mereka.
c.
Relevan
Dalam tingkat
perkembangan usianya, anak-anak mempunyai kemampuan yang berbeda. Memilih
permainan yang tepat dengan usia anak-anak akan berdampak positif bagi
perkembangan anak-anak.
d.
Sederhana
Bermain tidak
harus dengan sarana yang mahal dan cara bermain yang rumit. Dengan memanfaatkan
bahan-bahan di sekitar rumah, kita dapat mengajak anak-anak untuk bermain.
Begitu banyak bahan-bahan untuk bermain di sekitar kita yang dapat dimanfaatkan
untuk sarana bermain, seperti biji-bijian yang diisikan ke dalam botol plastik
untuk bermain alat perkusi dengan si 3 tahun, bermain matematika dengan si 4
tahun dengan memanfaatkan kancing atau biji atau kerikil, dsb.
e.
Aman
Menonton
kekerasan di televisi, baik sengaja atau tidak sengaja akan berdampak negatif
bagi perkembangan psikis dan perilaku anak-anak kita. Bermain layang-layang di
jalan, bermain pisau tajam, bermain
petasan, botol kaca atau bahan kimia berbahaya tanpa pengawasan juga
perlu dihindari. Tentu dengan sikap yang arif, mereka dapat dialihkan pada
permainan yang aman, baik bagi jiwa maupun fisiknya.
Piaget, seorang
psikolog perkembangan mengatakan bahwa bermain bukan saja mencerminkan
perkembangan kognisi anak, tetapi juga memberikan sumbangan terhadap
perkembangan kognisi itu sendiri. Anak-anak yang bermain sesungguhnya mereka
sedang membangun dunianya. Sebagai orang tua semestinya kita patut bersyukur
dan bangga atas kreatifitas mereka.
Perhatian,
dukungan, perhatian dan pengakuan kita sebagai orang tua akan turut membangun
kepercayaan diri dan mengembangkan kemampuan mereka. Sehingga hal ini akan
menjadi modal penting untuk menapaki hari-hari mereka berikutnya.
Nah, ayah-bunda
selamat bermain bersama anak-anak kita, semoga kedekatan emosi antara kita
dengan anak-anak kita akan semakin terjaga….
Hidup Anak Usia Dini Indonesia…………
Bunda Lestari
Disarikan dari Rubiyar : “Aktivitas dan Permainan untuk Anak “
Langganan:
Postingan (Atom)
