Minggu, 15 April 2012

PERAWAT

Banyak diantara kita yang tidak asing dengan profesi ini... Tapi benarkah kita tahu seluk beluk lebih mendalam tentang profesi mulia ini? Nah, untuk menunjang tema bulan April tentang tema Pekerjaan / Profesi sub tema Perawat, maka teman-teman di PAUD Islam Permata Bangsa pada hari Jumat tanggal 13 April telah kedatangan tamu seorang perawat RS Sultan Agung Semarang yang bernama Pak Pramono. Pak Pram, begitu beliau biasa dipanggil, menjelaskan secara panjang lebar tentang profesi beliau tersebut. Juga alat-alat yang beliau gunakan untuk mendukung kerja beliau... Tapi ternyata ada beberapa teman kita lho yang takut melihat Pak Pram (terutama kelas Husein nih..). Bahkan ada yang menangis....mungkin dikira pak Dokter ya karena memakai baju serba putih... He..hei, jangan takut kawan, Pak Pram tidak bawa suntikan kok...
Tapi ada juga lho beberapa teman kita yang berani mendekat, bahkan berani diperiksa oleh Pak Pram, baik itu denyut jantung, kesehatan kuku, rambut dan telinganya... Pak Pram juga menjelaskan tentang cara mencuci tangan yang benar lho...ternyata mencuci tangan itu tidak sembarangan lho teman....ada tata caranya agar tangan kita benar-benar bersih dan bebas dari kuman.
Ayo....siapa yang bercita-cita jadi perawat kalau sudah besar nanti ??????
Belajar yang rajin ya...jangan lupa untuk tetap jadi Perawat yang sholih/sholihah.... OKE teman-teman....
Kita lihat foto-fotonya yuk....






Kamis, 12 April 2012

PUNCAK TEMA SEMESTER II TAHUN AJARAN 2011/2012












Hallo....
Assalamualaikum teman-teman.....
Alhamdulillah pada tanggal 30 Maret 2012 kemarin segenap Civitas PAUD Islam Permata Bangsa dengan sukses mengadakan acara puncak tema semester II tahun ajaran 2011/2012. Heboh lho acaranya..... Puncak tema kali ini kami isi dengan tema TANAMAN PISANG CIPTAAN ALLAH dan SEPEDA HIAS KARUNIA ALLAH.
Acaranya kami isi dengan mengadakan pawai sepeda hias keliling kampung di sekitar Kelurahan Sawah Besar dan kemudian dilanjutkan dengan acara Bazar Makanan yang terbuat dari bahan pisang.
Seru lho acaranya....soalnya Bunda-bundanya lucu-lucu memakai mahkota dari daun pisang. Teman - teman kelas Hasan ( kelompok umur 3 tahun ), Husein (kelompok umur 2 tahun ), Ismail (kelompok umur 4 tahun) dan Ibrahim (kelompok umur 5 tahun) bersemangat sekali mengikuti acara ini. Bahkan mereka telah menghias sepeda-sepeda mungil mereka jauh-jauh hari lho....











Yuk ikuti foto-fotonya ya....

PROFIL PAUD ISLAM PERMATA BANGSA

IDENTITAS PAUD ISLAM PERMATA BANGSA

Nama      : PAUD Islam Permata Bangsa
Ijin Operasinal Dinas Pendidikan Kota Semarang : no 399/607 tanggal 15 Desember 2010
Alamat     :
 Kampus I : Jl Pandansari 1A No 99 RT 5 RW I Sawah Besar - Semarang
 Kampus II : Jl Batursari 1 No 72 RT 3 RW IV Sawah Besar - Semarang

VISI         :
Membangun anak yang berkepribadian sholih, cerdas dan kreatif serta berahlak mulia

MISI        :
1. Mengembangkan potensi anak secara menyeluruh (holistik) dan optimal
2. Memberikan layanan pendidikan anak usia dini yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik perkembangan anak.
3. Pendidikan anak berasas Islam untuk membentuk pribadi yang senang beribadah, selalu ingin tahu, mampu berkomunikasi dengan baik, memiliki rasa kepedulian, bisa bekerjasama dan mandiri.


TUJUAN UMUM
Menanamkan aqidah dan akhlak yang Islami kepada anak sedini mungkin
Mengembangkan potensi kecerdasan anak secara holistik ( menyeluruh )
Mengembangkan kemampuan bersosialisasi anak
Memberikan kesempatan kepada anak bermain sambil belajar

TARGET PENDIDIKAN
 Anak senang beribadah
 Memiliki beberapa hafalan surat Al Quran, beberapa doa dan hadis pendek
 Anak selalu ingin tahu
 Anak mampu berkomunikasi dengan baik
 Memiliki kepedulian terhadap omput
 Sopan  terhadap orang tua
 Bisa bekerjasama dengan teman-temannya
 Sholih,  cerdas, kreatif dan mandiri

PROGRAM KHUSUS
 Bermain seraya belajar melalui metode sentra / Beyond Center and Circle Time     ( BCCT )
 Program amaliyah ibadah yang menyenangkan
 Pengenalan huruf hijaiyyah dengan metode Qiroati
 Penanaman perilaku Islami sejak dini
 Pengenalan bahasa Inggris dan bahasa Arab anak
 Pengenalan komputer (Teknologi Informasi) kepada anak

KEGIATAN RUTIN
 Pemeriksaan Kesehatan berupa pemeriksaan kebersihan kuku, gigi, telinga dan rambut setiap hari jumat
 Home Visit, untuk mempererat tali silaturahmi antara pihak sekolah dengan orang tua/wali murid
  Belajar berinfaq dan belajar sholat berjamaah sepekan sekali
  Perpustakaan sebagai sarana untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku

KEGIATAN INSIDENTAL
 Kegiatan Puncak Tema berupa Outing / Field Trip setiap semester, bertujuan mengenalkan anak lebih dekat dengan materi yang sudah diberikan di sekolah (belajar di luar sekolah)
Outbound pada saat akhir tahun pelajaran, bertujuan melatih kemandirian, keberanian dan kepemimpinan anak
Kegiatan Parenting Class untuk orang tua, bertujuan agar orang tua dapat lebih memahami karakteristik anak.
Parent’s day : kegiatan sekolah sehari bersama orangtua di sentra

KEGIATAN TAHUNAN
Peringatan Hari Besar Islam
Diantaranya Peringatan Idul Adha dan Peringatan Tahun Baru Hijriyah
Peringatan Hari Besar Nasional
Diantaranya Peringatan HUT RI dan Peringatan Hari Ibu. Tujuannya agar menumbuhkan rasa hormat dan menghargai anak terhadap Negara dan orang tua, terutama ibu yang telah melahirkan dan merawat dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.
Gebyar Ramadhan
Tujuannya mengenalkan dan mengajarkan sejak dini tentang puasa dan zakat. Diawali dengan tarhib (pawai) Ramadhan agar anak merasa senang dengan kedatangan bulan Ramadhan
Akhirrussanah
Pentas atau piknik akhir tahun

METODE PENGAJARAN

           Dalam melaksanakan pembelajaran sehari-hari PAUD Islam Permata Bangsa menggunakan metode pembelajran BCCT ( Beyond Center And Circles Time ) atau pendekatan sentra dan saat lingkaran, dimana dalam pendekatan ini anak dirangsang untuk secara aktif melakukan kegiatan bermain sambil belajar di sentra-sentra pembelajaran. Seluruh kegiatan pembelajaran berfokus pada anak sebagai “subjek pembelajar” sedangkan pendidik lebih banyak berperan sebagai motifator dan fasilitator dengan memberikan pijakan-pijakan. Ada 4 pijakan dalam pendekatan BCCT untuk mendukung perkembangan anak, yaitu pijakan lingkungan main, pijakan sebelum main, pijakan saat main dan pijakan setelah main.

           Dengan berfokus pada tema “anak belajar melalui bermain” diupayakan kegiatan-kegiatan yang ada mampu mendukung terasahnya potensi dasar yang dimiliki anak, yaitu:
a. Moral dan Nilai-Nilai Keagamaan
b. Psikomotorik
c. Kognitif
e. Bahasa
f. Sosial-Emosional
g. Seni

           Materi kegiatan anak disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak, mengacu pada “Menu Pembelajaran Generik”. Materi disampaikan melalui kegiatan bermain yang terencana, menarik dan dapat memotivasi anak untuk mengembangkan seluruh potensi dasar yang dimilikinya. Dalam pelaksanaan kegiatannya, anak dibagi menurut kelompok usianya, yaitu:
·         Kelompok Usia 2 – 3 tahun
·         Kelompok Usia 3 – 4 tahun
·         Kelompok Usia 4 – 5 tahun
·         Kelompok Usia 5 – 6 tahun

5. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
           Kegiatan Belajar Mengajar berlangsung 3 hari dalam 1 minggu mulai pukul   07.30 – 10.00 WIB untuk kelompok usia 2 – 4 tahun, dan untuk kelompok usia 4 – 6 tahun mulai pukul 07.30 – 11.00 WIB selama 5 hari/minggu dengan pembagian kelompok sebagai berikut :
·         Usia 2 – 3 tahun masuk setiap hari Selasa, Kamis dan Jumat (7.30 – 10.00 WIB)
·         Usia 3 – 4 tahun masuk setiap hari Senin, Rabu dan Jumat ( 07.30 – 10.00 WIB)
·         Usia 4 – 6 tahun masuk setiap hari Senin – Jumat ( 07.30 – 11.00 WIB ) 
Hari Sabtu diisi dengan Ekstra Ceria berupa ekstra : Komputer, Menggambar dan Menari.

Jadwal Kegiatan Harian

·         Kelompok Usia 2 – 4 Tahun

Waktu
Kegiatan
Materi Kegiatan
07.30 – 07. 45
Assalamualaikum….
Personal Greeting / Sapa anak
07.45 – 08.00
Apersepsi
Persiapan, baris, berdoa, kegiatan jasmani
08.00 – 08.30
Pembiasaan
Pengenalan lagu-lagu, doa-doa harian, hadist – hadist pendek, surat – surat pendek Al Quran
08.30 – 08.45
Istirahat
Anak bermain bebas, bunda menyiapkan tempat main di sentra
08.45 – 09.30
Sentra
Bermain di sentra : Persiapan/Balok/ Bahan Alam dan Cair/Peran/Imtak
09.30 – 09.45
Makan Bersama
Pembiasaan adab-adab makan Islami
09.45 – 10.00
Penutup
Evaluasi, penutup dan doa mau pulang

·         Kelompok Usia 4 – 6 Tahun

Waktu
Kegiatan
Materi Kegiatan
07.30 – 07. 45
Assalamualaikum….
Personal Greeting / Sapa anak
07.45 – 08.00
Apersepsi
Persiapan, baris, berdoa, kegiatan jasmani
08.00 – 09.00
Pembiasaan
Pengenalan lagu-lagu, doa-doa harian, hadist – hadist pendek, surat – surat pendek Al Quran, mengaji individual
09.00 – 09.15
Istirahat I
Anak bermain bebas, bunda menyiapkan tempat main di sentra
09.15 – 10.15
Sentra
Bermain di sentra : Persiapan/Balok/ Bahan Alam dan Cair/Peran/Imtak
10.15 – 10.30
Istirahat II
Anak bermain bebas sambil menunggu temannya yang belum selesai bermain di sentra
10.30 – 10.45
Makan Bersama
Pembiasaan adab-adab makan Islami
10.45 – 11.00
Penutup
Evaluasi, penutup dan doa mau pulang

PROGRAM TAMBAHAN
a. Baca Tulis Al Quran
b. Rohani Islam
c. Home visit ( Kunjungan Rumah )
d. Pemeriksaan Kesehatan Rutin
e. Makan Bersama
f. Menabung
g. Infaq (setiap hari jumat)

PROGRAM UNGGULAN
a. Hafalan Al Quran, Hadist dan Doa Sehari-Hari
b. Praktek Wudhu dan Shalat
c. Pengenalan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab Anak
d. Outing/Field Trip ( belajar diluar ruangan)
 
KOMUNIKASI ANTARA ORANG TUA DAN GURU
a. Memberikan buku penghubung yang berisi ringkasan pelajaran setiap hari serta catatan perkembangan anak selama di sekolah
b. Mengadakan  pertemuan orang tua murid dan guru guna mengetahui perkembangan anak selama di rumah

PAUD Islam Permata Bangsa juga membuka pelayanan :
Taman Pengasuhan Anak Islam ( TPAI ) Usia 1 - 8 tahun
Rumah Baca Anak Islam ( RBAI )

Minggu, 12 Juni 2011

Bermain, Cara Asyik Belajar Anak Usia Dini...

Merupakan kebahagiaan yang luar biasa dirasakan anak-anak kita, ketika mendapatkan perhatian dari orang-orang terdekat mereka. Termasuk kita sebagai ayah,bunda ataupun guru mereka.
Bermain bersama adalah salah satu bentuk perhatian yang mudah dilakukan, namun kadang kita tidak dapat (mau/sempat) melakukannya. Dengan alasan pekerjaan yang bertumpuk dan kesibukan yang padat menyebabkan kita kurang memperhatikan hal ini.
Ketika anak menunjukkan mainan yang baru dibuatnya, biasanya akan terlontar kalimat, "Sudah sana...Ayah/Ibu sedang repot", sambil mengibaskan tangan. Ungkapan itu bagi kita seakan bermain bagi anak tidak ada manfaatnya, membuang waktu sia-sia dan melakukan kegiatan percuma. Namun, benarkah anggapan tersebut?
Barangkali ada baiknya bila kita renungkan kembali kemampuan-kemampuan yang saat ini kita kuasai. Bukankah berbagai kompetensi yang saat ini kita kuasai adalah buah dari proses panjang, tahap demi tahap, yang kita mulai semenjak kecil? Salah satu proses yang pernah kita lalui adalah bermain.
Sebagai orang tua tentu kita menginginkan anak-anak berkembang secara spiritualnya, emosi, intelegensi, serta fisiknya. Salah satu stimulasi yang dapat mendorong adalah dengan bermain.  Oleh karena itu seyogyanya kita memberikan kesempatan bermain, menjadi teman bermain dan menjadi motivator bagi mereka.
Dengan bermain bersama antara orang tua dan anak akan tercipta hubungan yang sangat erat. Hubungan yang erat ini akan melahirkan anak-anak yang berani bereksplorasi dalam mewujudkan ide dan gagasannya, mudah bergaul dengan teman-temannya dan selalu optimis serta gembira.

ANAK BELAJAR DENGAN CARA BERMAIN

 Kadang kita berkata kepada anak-anak kita " Ayo belajar, jangan bermain terus " atau dengan kalimat-kalimat lain yang maksudnya sama. Ungkapan yang berkonotasi mengkontradisikan antara bermain dan belajar ini semestinya kurang tepat, meskipun ada pula permainan yang tidak mendidik, bahkan mengancam perkembangan jiwa dan fisik anak-anak kita. Contohnya adalah menonton tayangan kekerasan atau horor, adu jengkerik, bermain petasan dan lain sebagainya.
Memang secara akademis, pengertian bermain dan belajar adalah dua hal yang berbeda. Kemampuan akademis/kognitif seperti membaca, menulis dan berhitung biasa diberikan di bangku sekolah, sedangkan ketrampilan kerjasama, berimajinasi, bersosialisasi banyak didapatkan melalui aktivitas bermain. Tetapi bukan tidak mungkin kedua hal ini digabungkan, karena sekarang bisa kita temui kegiatan membaca, menulis dan berhitung yang dikemas dalam kegiatan bermain yang menyenangkan, sehingga tidak membosankan. Dengan demikian, belajar dan bermain bagi anak-anak nyaris tidak ada bedanya, karena memang lewat bermainlah anak-anak usia dini belajar tentang kehidupan.
Bagi anak-anak, bermain bukan sekedar hiburan ( entertainment ) namun lebih dari itu, yaitu berlatih menguasai dasar-dasar kecakapan hidup ( life skills ) yang akan berguna bagi perkembangan jiwa dan raga mereka. Ayah-Bunda, jika kita cabut anak-anak kita dari dunia bermainnya terlalu dini, maka kelak akan kita dapati adalah  orang-orang dewasa yang kekanak-kanakan.

PRINSIP BERMAIN
a.       Mendidik/ Bermanfaat
Bermain akan bernilai positif jika mengandung nilai pendidikan. Seperti mengembangkan kemampuan motorik ( halus dan kasar ), melatih verbal, latihan sosialisasi, mengembangkan emosi, melatih kecerdasan, terapi psikis, mengembangkan kreativitas, melatih matematika, dll.
b.      Menarik
Cara mengajak bermain anak-anak haruslah kita sampaikan dengan bahasa, intonasi dan mimik muka yang ekspresif dan menanpakkan kegembiraan. Bentuk mainan yang lucu dan unik juga cara bermain yang jenaka akan menjadi daya tarik anak. Karena itu bermain harus bervariasi ( tidak monoton ) agar menambah pengalaman baru mereka. Semakin kaya anak-anak dengan pengalaman main maka akan semakin baik perkembangan mereka.
c.       Relevan
Dalam tingkat perkembangan usianya, anak-anak mempunyai kemampuan yang berbeda. Memilih permainan yang tepat dengan usia anak-anak akan berdampak positif bagi perkembangan anak-anak.
d.      Sederhana
Bermain tidak harus dengan sarana yang mahal dan cara bermain yang rumit. Dengan memanfaatkan bahan-bahan di sekitar rumah, kita dapat mengajak anak-anak untuk bermain. Begitu banyak bahan-bahan untuk bermain di sekitar kita yang dapat dimanfaatkan untuk sarana bermain, seperti biji-bijian yang diisikan ke dalam botol plastik untuk bermain alat perkusi dengan si 3 tahun, bermain matematika dengan si 4 tahun dengan memanfaatkan kancing atau biji atau kerikil, dsb.
e.       Aman
Menonton kekerasan di televisi, baik sengaja atau tidak sengaja akan berdampak negatif bagi perkembangan psikis dan perilaku anak-anak kita. Bermain layang-layang di jalan, bermain pisau tajam, bermain  petasan, botol kaca atau bahan kimia berbahaya tanpa pengawasan juga perlu dihindari. Tentu dengan sikap yang arif, mereka dapat dialihkan pada permainan yang aman, baik bagi jiwa maupun fisiknya.

Piaget, seorang psikolog perkembangan mengatakan bahwa bermain bukan saja mencerminkan perkembangan kognisi anak, tetapi juga memberikan sumbangan terhadap perkembangan kognisi itu sendiri. Anak-anak yang bermain sesungguhnya mereka sedang membangun dunianya. Sebagai orang tua semestinya kita patut bersyukur dan bangga atas kreatifitas mereka.
Perhatian, dukungan, perhatian dan pengakuan kita sebagai orang tua akan turut membangun kepercayaan diri dan mengembangkan kemampuan mereka. Sehingga hal ini akan menjadi modal penting untuk menapaki hari-hari mereka berikutnya.

Nah, ayah-bunda selamat bermain bersama anak-anak kita, semoga kedekatan emosi antara kita dengan anak-anak kita akan semakin terjaga….
Hidup Anak Usia Dini Indonesia…………

 Bunda Lestari
Disarikan dari Rubiyar : “Aktivitas dan Permainan untuk Anak